Numpang lewat, “Catatan harian….Jika sempat, kalau ga sibuk……..
24 February 2011 at 10:35 · Filed under Ulasanku and tagged: kalah, pssi. nurdin, timnas
Miris emang,…..Kalah 1-3 dari Turkmenistan di kandang sendiri. Permainanan Anak-anak sudah maksimal. Mereka sekuat tenaga mati-matian. Satu nol di babak awal emang menjanjikan, tetapi pada akhirnya apes.
Apa yang menyebabkan TIMNAS kalah?..Walau latihan kurang maksimal tetapi perjuangan sudah baik. Para “Orang tua” mengatakan, Berusahalah dan berdoa. Berusaha sudah,….doanya juga sudah.
Tapi melihat doa-doa kita selama ini adalah “YA TUHAN, LINDUNGILAH KAMI DARI “NURDIN” YANG TERKUTUK”. Dan ternyata Nurdin Masih bercokol di PSSI, maka TUHAN tidak akan mengabulkan doa kita, hingga Kalah lah TIMNAS…hee..hee
Informasi ini akan menyebabkan “amarah”, kebencian dan emosi bagi yang membela Nurdin. untuk itu Jangan Ikuti. Bila Sakit Berlanjut, hubungi kantor PSSI terdekat. Bila Anda suka, LANJUTKANN!!!!,
Salam
yans
21 February 2011 at 11:31 · Filed under Ulasanku and tagged: curi, data, militer
Judul diatas blom selesai,..karena kepanjangan….Mau tau lengkapnya…
AHH,…Jangankan DATA,..Nyawa Rakyat Indonesia……di curi (Dibunuh) pun,..pemerintah anteng aja kok..!!!..
Saat ini heboh berita Hilangnya data rahasia delegasi Indonesia di Hotel Lotte, Seoul. Emang data apa siih…APa sih yang penting dari Laptop yang hilang itu?..Selama ini tooh pemerintah anteng aja bila hasil bumi kita dicuri, kekayaan laut kita dicuri pemerintah juga anteng2 aja tuuh.,..pemerintah juga anteng Pulau2 kita di curi,..Bahkan NYAWA rakyat kita yang di curi (Dibunuh) oleh majikannya di luar sono, pemerintah aja ga repot kok…
Yah begitulah Inde
20 February 2011 at 07:29 · Filed under Ulasanku and tagged: 21, bioskop, FFI, film, hollywood, sinema, xx1
Jika ada hari berkabung para pencinta Nonton Bioskop,..aku adalah satu pesertanya,..Selama ini di weekends, bersama istri aku berkesempatan untuk menonton ke Bioskop di daerahku. Umumnya film yg aku tonton adalah Film2 asing, dan segelintir saja film lokal itupun melihat judul dan ceritanya terlebih dahulu.
Buntut dikeluarkannya surat edaran dari Ditjen Pajak berdasarkan Kepmen No 3 tanggal 10 Januari 2011 tentang penetapan bea masuk atas hak distribusipihak MPA menghentikan distribusi impor film ke Indonesia terhitung tanggal 17 Februari 2011. Mereka menilai beban biaya yang ditetapkan tidak realistis secara hitung-hitungan ekonomi film impor.
Kita tidak membahas hitungan ekonominya, tapi melihat dari kemajuan perfilmn Indonesia dan Kemajuan BIOSKOP2 yang menyelenggarakan pemutaran film2 untuk mengundang para penonton.
Nilai atau hitung2an ekonomi para pengusaha bioskop adalah biaya produksi bisa terpenuhi bahkan menghasilkan profit dengan kehadiran para penonton. Pengusaha bioskop gak peduli, apakah penonton menonton film Lokal atau Film Luar (Hollywood).
Hitungan ekonomi para Pengusaha Film baik Produser, Sutradara ataupun para sineas itu sendiri, merasa “diatas” angin karena bagi mereka inilah kesempatan membuat atau produksi film sebanyak2nya karena tanpa ada kehadiran film Hollywood.
Hitungan ekonomi para penonton itu sendiri adalah, dengan mengeluarkan uang sekitar Rp. 25000, penonton menginginkan kualitas dan cerita yang bagus dan menarik. Karena ini adalah hiburan para pencinta nonton bioskop.
Antara penonton dan pengusaha bioskop adalah suatu hubungan yang Mutualisme. Yaitu saling menguntungkan, Pengusaha bioskop menyediakan tempat yang nyaman, kualitas suara dan gambar yang bagus. Dengan demikian para penonton tidak segan2 mengeluarkan biaya plus makanan dan minuman untuk hiburan semata.
Andaikan film Hollywood tidak diputar di bioskop, saya yakin pengusaha bioskop akan gulung tikar. Sutradara Indonesia Hanung Bramantyo mengatakan “Kebangkitan Film Nasional Bukan karena Hollywood”,..Benar sekali. Kalau aku jawab, kebangkitan Film nasional karena “Kualitas” Film itu sendiri. Suksesnya pemutaran Film “Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, Naga BoNar, de el el adalah karena kualitas dan alur cerita yang menarik yang dihasilkan oleh film2 tersebut.
Tapi berapa banyak film nasional yang berkualitas?….Secara detail saya tak punya data. Tapi para blogger yang juga pencinta bioskop sudah tau jawabannya.
Lihatlah sekarang film2 lokal yang beredar, selalu mengedepankan thema yang tidak masuk akal, apalagi isi ceritanya…
Bagaimana perfilman lokal makin maju jika tidak ada pembanding dari film asing. Saat Film asing masih diputar saja, perfilm an kita masih jauh dari kualitas. Apalagi tidak ada pembading.
Bagaimana kita tau, suatu bangunan itu tinggi jika tidak ada bangunan rendah…
Jika ini terus diterapkan, saya takut Penjualan VCD Bajakan untuk film Hollywood akan makin marak, karena para pencinta film kualitas bagus akan beralih nonton VCD atau DVD.
Semoga saja, pemerintah bisa melihat baik buruknya jika fillm Hollywood sama sekali tidak ada diputar di bioskop2 indonesia.
Mari cari solusi terbaik.
regards,
yans
21 January 2011 at 10:53 · Filed under Ulasanku and tagged: gayus, hipnotis, korupsi, uya emang kuya, uya kuya
Berkepanjangan kasus GAYUS serta kasus-kasus yang lain menjadikan negeri ini Antah Berantah. Kerja Tim Penyidik yang katanya sudah Maksimal tetapi tidak menghasilkan Yang Maksimal. Mana Ada siih “Pencuri” yang mengaku. Dengan alat canggih apapun (LIE DECTECTOR) untuk mengorek keterangan para Koruptor ataupun yang terlibat mafia Pajak dan urusan “SYAHWAT” (pornographi), mereka tetap tidak akan mengaku.
Ada cara lain, libatkan UYA KUYA untuk mengungkapkan ataupun pengakuan dari pelaku. Para blogger sudah tau semua, Acara UYA EMANG KUYA yang disiarkan oleh SCTV benar-benar pengakuan oleh orang yg dihipnotis apa yang ada di lubuk hatinya atau kebenaran yang sudah dilakukannya.
“KATAKAN APA YANG HENDAK KAMU KATAKAN, DAN JANGAN KATAKAN BILA ITU TIDAK MAU KAMU KATAKAN, UNTUK ORANG YANG SAYA SENTUH…….” (dst), itulah kalimat yang lebih kurang di ucapkan oleh UYA KUYA dalam menghipnotis oleh orang. Ternyata sangat jitu, beberapa acara yg saya ikuti banyak pasangan mengatakan sejujurnya apa yg ada dihatinya, dan pada akhirnya kedua pasangan itu berujung manis, ada yang makin sayang dan ada juga putus secara baik2.
Saya juga yakin, andaikan GAYUS Tambunan, ARIL Peterpan serta para pelaku2 korupsi dan lainnya, jika di hipnotis oleh UYA KUYA, akan lancar semua. Polisi, atau tim penyidik lainnya ga perlu susah payah. Hakim akan diringankan dalam mengambil keputusan dan Hakim benar2 memutuskan secara ADIL.
Dengan demikian makmurlah negeri ini. wallahu alam,
Tapi apa bisa yah,..haa..haa..haa…
regards,
yans
12 January 2011 at 14:02 · Filed under Ulasanku and tagged: gayus, jk, mafia hukum, pencitraan, presiden, wacana
Berlarut-larut permasalahan mafia hukum di negeri ini dan masalah lain, membuat sebagian masyarakat frustasi. Apalagi dengan keadaan alam yang tak menentu dan ditambahnya harga barang2 terus meroket, lengkaplah sudah penderitaan rakyat hidup di negeri merah putih ini. Punya presiden, tapi seakan2 membiarkan keadaan berlaku. Punya Presiden, tapi layaknya sebagai artis yang mengandalkan “Pencitraan” saja.
Andaikan dulu aku pilih JK, paling tidak suaraku menambah kemenangannya dan aku yakin JK juga menang. Andai JK menang dan sebagai PRESIDEN, mungkin negeri ini tak separah sekarang ini.
Lihatlah, walau JK hanya menjabat Ketua Palang Merah Indonesia, tapi sepak terjangnya dalam memimpin PMI untuk bantuan bencana alam yang terjadi di seluruh indonesia, sangatlah sigap.
Dan terakhir berita mengatakan, dalam kasus Gayus JK mengatakan ” Presiden Harusnya Beri Perintah”. Dalam kutipan berita di tuliskan “…….Ditanya apakah Presiden perlu memerintahkan anak buahnya (Polri dan kejaksaan) usut tuntas perkara Gayus, Kalla mengatakan,”Tergantung pandangan Presiden. Kalau waktu saya menjabat Wapres, saya anggap perlu, ya saya perintahkan. Presiden tidak bisa mengintervensi, UU menyatakan kasih perintah. Namanya Pemerintah Republik Indonesia. Artinya, ke setiap pemerintah itu memerintah.”…..
Pemimpin seperti inilah yang kita harapkan, tegas…bukan sekedar memberi wacana, apalagi Pencitraan.
Semoga indonesia lebih jaya lagi.
yans
7 January 2011 at 09:24 · Filed under Kataku and tagged: bahasa, indonesia, malu, pssi, sepakbola

Bukannya Bawel atau sok tau ataupun sok-sok an, atau emang aku yg ga tau……melihat Logo PSSI sepertinya si pembuat ataupun para petinggi itu sendiri malu dengan bahasa Indonesia. Lihatlah logo tersebut,…sudah jelas ada tulisan PSSI,…tetapi yang ada di bawahnya justru bahasa asing tanpa ada Bahasa Indonesia nya menjelaskan kepanjangan PSSI itu sendiri.
Tak salah siih, menuliskan FOOTBALL ASSOCIATION OF INDONESIA, untuk mejelaskan kepada pihak asing, “ini loh logo assisiasi sepakbola Indonesia, tapi mbok e’ ditulis juga kek apa itu kepanjangan PSSI,…
Apa emang malu ya berbahasa Indonesia….!!!!!!
Au…ah Gelaaappp..!!!
regards,
yans
5 January 2011 at 12:34 · Filed under Kataku and tagged: aparat, hukum, joki, palsu
Semua bisa dipalsukan di negeri ini,..mulai dari barang2 industri, rumah tangga, CD film dan musik. Ada juga pemalsuan peserta ujian yang disebut JOKI. Dan kini ada juga tahanan palsu. Pengganti tahanan yang di bayar oleh Tahanan sesungguhnya,…ada-ada saja…
Terfikir olehku, tidak tuntas dan lambatnya permasalahan di negeri ini, seperti kasus century, mafia pajak Gayus dan kasus-kasus lainnya,…Jangan-jangan aparat Hukum kita juga “Palsu” ya…
Ntahlah….asalkan jangan Presiden kita juga ikut Palsu
kaleee…
haa..haaaa..haa
yans
4 January 2011 at 07:14 · Filed under Kataku and tagged: blog, blogdetik.com, blogger, bravo, komentar, spam, tak ikhlas
Siapa siih yang ga senang tulisannya di komentari. Apalagi aku sebagai penulis “kacangan” yang menulis sekenanya tanpa memperhatikan alur dan ceritanya. Maklum aku bukan seorang pengarang atau jurnalis yang tau cara menulis. “Mengarang” adalah pelajaran paling aku bosanin saat sekolah dulu. Dan sekarang walau cara berbeda mengarang adalah salah satu kegiatan yang aku kerjakan.
Akhir-akhir ini beberapa tulisanku sering dikomentari, walau tidak sebanyak komentator penulis yang profesional, tapi lumayanlah, itu berarti Blog aku tidak berjalan di kesendirian di dunia maya. Ada “tapinya”, kesenanganku tidaklah begitu hebat, karena jika aku perhatikan komentar-komentar yang diberikan oleh komentator sekenanya saja bahkan tak nyambung. Yang makin aku tidak “nafsu” adalah di sisipkannya LINK ke suatu web yang mana jelas dalam bentuk promosi atau penjualan produk yang ingin disampaikan komentator tersebut.
Memang, tidak ada aturan atau syarat mengomentari suatu blog. Dan tidak salah juga mereka (komentator) menitipkan LINK atau jualan mereka. Walau “tidak Ikhlas”, paling tidak mereka sudah mengunjungi blog aku. Terlepas apakah isinya dibaca atau tidak. Lumayanlah daripada masukknya “SPAM” yang menjengkelkan bisa masuk ke kolom “Comments” puluhan bahkan ratusan yang membuat aku stress untuk menghapusnya.
Terimakasih rekan blogger,…tetap semangat,…dan Tetap Menulis….
Bravo blogdetik.com…!!!!!!!!!!
regards,
yans
29 December 2010 at 07:19 · Filed under Ulasanku and tagged: aff, bukit jalil, pssi, timnas
Hiruk pikuk dan euforia sepakbola kita sangatlah luar biasa. Sejak dimulai pertandingan penyisihan sampai pertandingan FINAL piala AFF ini, perdatuan dan kesatuan bangsa terlihat jelas masih ada melekat di masing2 kita. Permasalahan bangsa yang cukup pelik, bencana sana-sini yang menimpa negeri ini seakan teredam dengan semangat dan gemuruh dengan adanya Pertandingan Sepak bola piala AFF. Ini tak lain karena kemajuan olah raga khususnya sepakbola sudah lebih baik dari sebelumnya..
Walau kita kalah dari tim Malaysia 0-3 , tapi kita sudah menunjukkan sebagai “Pemenang”, lihatlah para supporter berduyun-duyun ke stadion bukit Jalil rela mengorbankan waktu, tenaga dan biayanya untuk mendukung TIMNAS sebagai anak bangsa yang membela martabat bangsa. Selain daripada itu, sepakbola AFF ini juga menciptakan kesatuan anak negeri di rantau (Malaysia) semakin akrab. Hubungan antar sesama pekerja perantauan makin erat terjalin. Tanpa rasa khawatir dan takut anak negeri dengan bangganya memakai kaos TIMNAS dengan tulisan “INDONESIA” di belakang bajunya.
Terlepas daripada kepentingan politik, kemenangan kita sudah terlihat dengan terpampangnya “POSTER KAMPUNGAN” di bukit Jalil. Dengan adanya poster tersebut menunjukkan bahwa kita begitu gampang “menjajah” negeri tetangga. Walau adanya kritik dan sinisme dari dalam negeri terhadap poster tersebut itu sudah memperlihatkan kepada “Orang lain” bahwa indonesia sudah menang.
Dan konon kabarnya, pertandingan Grand Final hari ini di Gelora Bung Karno (GBK), dipastikan tidak ada satupun supporter anak Malaysia yang datang ke stadion untuk hadir mendukung timnas mereka.
Jadi, apapun hasilnya..Indonesia Sudah Menang. Kemenangan persatuan anak bangsa.
regards,
yans
25 December 2010 at 10:41 · Filed under Ulasanku and tagged: aff, garudaku, pssi, sepakbola, timnas
Sangatlah kita acungkan jempol terhadap semangat dan antusias para Supporter TIMNAS indonesia atas kecintaan mereka untuk mendukung langsung pertanding di beberapa laga TIMNAS di piala AFF. Jika dilihat dari berita-berita sebelumnya, para supporter rela mengantri hanya sekedar mendapatkan tiket masuk. Ada juga kita baca dan lihat di telivisi, seorang supporter rela meninggalkan Istrinya yang sudah hamil Tua yang katanya sendiri dalam minggu2 ini akan melahirkan. Fanatik memang, sehingga mampu berkorban apa saja dmi hadir langsung untuk mendukung TIMNAS.
Menurutku, fanatik boleh-boleh aja. Selaku warga indonesia siapa siih yang tidak fanatik membela tim sendiri, tapi memaksakan diri juga ga boleh. Apalagi tidak profesionalnya pihak LOC dalam management penjualan tiket.
Menonton langsung di Stadion sangatlah berbeda suasananya jika melihat melalui layar televisi. Di stadion euforia gemuruh pendukung begitu kentara. Emosi penonton mendukung tim dan pemain begitu ruah. Tetapi kita tisaklah dapat melihat bagaimana teknik dan permainan secara detail segala arah. Di stadion, dari tempat kita duduk/berdiri para pemain sangatlah kecil karena jauhnya, apalagi para supporter mendapatkan kelas paling atas stadion. Cuma gemuruhnya saja yang didapat.,.
Melihat melalui TV, kita bisa melihat permainan, taktik, trik secara detail para pemain. Kita juga bisa melihat segala penjuru arah tendangan ataupun lego bola. Karena Kamera ditempatkan dari segala penjuru.
Euforia atau dukungan bisa kita ruahkan dengan cara, Nonton bareng antar warga atau Kampung. NOBAR juga bisa dilakukan di cafe atau lapangan dengan layar lebar.
Jadi buat pendukung TIMNAS, tak usahlah memaksakan jika akan mencelakai diri atau orang lain. Riuhnya penjualan tiket akan menjadi catatan negeri tetangga yang seakan-akan menilai bangsa indonesia tidak disiplin dan suka Onar.
Maju TIMNAS ku, TERBANGLAH Garudaku…
Ku Yakin,…Hari ini Pasti MENANG…!!!!!!!!
regards,
yans
14 December 2010 at 07:34 · Filed under Ulasanku and tagged: aff, bepe, pamungkas, pssi, timnas
Presiden SBY mengunjungi latihan pemain Tim NAS di lapangan ABC di komplek Gelora Bung Karno. Pada kunjungan tersebut SBY di minta oleh Pemain Terbaik “Asli” Indonesia “BePe” sebutan Bambang Pamungkas untuk menghadiri laga Semi Final melawan Tim Filiphina pada tanggal 16 Desember 2010. Harapan “BePe” adalah agar adanya pemicu semangat serta gairah untuk meraih kemenangan karena laga pertandingan tersebut di tonton oleh Pak Presiden.
Menurutku, sebaiknya JANGAN…harapan “BePe” justru akan sebaliknya. Indonesia akan terjungkal dan kalah di kandang sendiri. Harap2 tidak dipermalukan dengan hujanan Gol sejumlah GOL yang disarangkan TIMNAS ke gawang lawan di laga sebelumnya.
Ini bukan pertunjukan atau hiburan buat Pak Presiden, ini adalah laga bergengsi membela negara dan buat bangsa Indonesia di cabang olahraga yang bergengsi. Walau pertandingan di gelar di kandang sendiri, banyak hal faktor yang membebani anak didik TUAN RIEDL yang di emban dalam pertandingan tersebut. Alih-alih ingin mempersembahkan kemenangan karena ditonton oleh Pak Presiden, aku takut permainan anak2 akan menjadi kacau balau dan tidak terarah karena tertekan oleh kehadiran Pak Presiden. Lihat saja, dalam kunjungan di pelatihan kemarin, anak-anak menjadi tegang dalam sesi perkenalan.
Dukungan para penonton atau supporter sangatlah penting, tetapi dengan kehadiran Pak Presiden, akan menjadi sangat lain. Aturan Protokol PASPAMPRES yang akan mensterilkan di seputaran lokasi Pak Presiden duduk akan dilakukan sebelum Pak Presiden datang.
Yang paling berat adalah, Beban anak didik akan terganggu karena ingin “meghibur” Pak Presiden dengan kemenangan, bukan membela sang “Garuda”.
Lebih baik Pak Presiden menonton saja di Istana Negara bersama para Menteri, dan Fokuskan apa yang diminta oleh TUAN RIEDL untuk memperbaiki Infrastruktur dilapangan ABC buat latihan TIMNAS agar kualitas pemain lebih baik lagi.
Semoga saja ulasanku SALAH BESAR, karena aku juga Cinta TIMNAS, harapan dan doaku kemenangan untukmu.
Terbanglah GARUDAKU, Majulah INDONESIAKU….
I LUV GARUDAKU.
yans
23 October 2010 at 08:54 · Filed under Kataku and tagged: istiqlal, mesjid, reserved
Jum’at 22 October 2010 adalah hari yang indah bagiku. Dimana aku sempatkan untuk sholat jumat di mesjid Istiqlal Jakarta saat aku bertandang ke jakarta dalam rangka suatu urusan bersama istri tercinta.
Siapa siih yang tak ingin sholat atau sekedar bertandang di mesjid terbesar di asia tenggara yang merupakan kebanggaan rakyat indonesia. Termasuk aku yang emang selalu merencanakan bila datang ke jakarta untuk sholat jumat di istiqlal.
Kesan megah yang kita dapati saat masuk ke dalam. Suasana linkungan yang bersih dan asri, sangat kentara bila mengelilingi sekitar kompleks. Kebetulan hari masih awal dan waktu sholat jumat masih lama. Sengaja aku datang lebih awal karena memang ingin mengitari lingkungan mesjid.
Pukul 11.15 wib aku sudah masuk ke ruang sholat. Sebelumnya menitipkan sandal disalah satu loket penititap sandals dan sepatu. Sedikit aneh memang, walau ada Banner terpampang bahwa penititap adalah Gratis, tetapi petugas tak segan2 meminta uang jasa dengan alasan “Seiklashnya” untuk sekali penititap. Setelah memberi 2ribu rupiah, aku ambil wudhu dan terus naik ke lokasi sholat yang berada di lantai berikutnya.
Takjub dan cukup indah, bangunan kebanggan yang mulai dibangun tahun 1961 sangatlah mewah hingga sekarang. Beberapa TV LCD cukup besar terpasang untuk melihat kegiatan khatib, imam dan kegiatan lainnya yang di siarkan melalui CCTV yang terpasang di beberapa sudut bangunan.
Shaf masih kosong, aku coba menuju barisan (shaf) terdepan, karena katanya…Sholat di shaf terdepan jauh lebih baik & banyak pahalanya daripada di belakangnya. Langkahku terhenti di shaf ke-5 karena di shaf ke-4 sudah terisi. Sedikit aneh, shaf ke-1, 2 & ke-3 masih kosong, tetapi jamaah tidak dibolehkan duduk sekitar situ. Ada informasi terbuat dari arkrilikc menunjukkan orang2 yang mestinya duduk disitu, semisal,,,Imam, khatib, Menteri….dan shaf berikutnya beberap informasi yg bertuliskan “Tamu”.
Seorang petugas berpakaian serba Hijau sibuk dengan Handy Talky nya berbicara kepada rekan diseberangnya. Tak tahu apa yang dibincangkannya. Seorang makmum datang mencoba untuk dibarisan ada tulisan tamu. Saat hendak mulai sholat Tahhiyatul masjid, jamaah tersebut diusirnya dan diminta untuk mengambil tempat diluar barisan tersebut. Aneh kupikir, kenapa mesti ada pengusiran di rumah allah. bukankah siapa saja berhak dimanapun dia duduk.
Tak beberapa lama petugas serba hijau sibuk lagi dgn handy talky nya. Berselang kemudian datang 2 orang yang menurutku asing seperti bangsa Arab, langsung duduk di barisan (Shaf) terdepan.
Saat khatib hendak mulai naik mimbar, barulah jamaah yang berada di shaf ke-4 dan seterusnya disuruh maju kedepan mengisi shaf yang kosong yang sebelumnya diperuntukkan untuk tamu.
Kenapa yah mesti ada pengaturan tempat untuk sholat. Kenapa mesti ada pem bookingan atau Istilahnya “Reserved” untuk penempatan sholat. Emang istiqlal Mesjid atau Restoran siih,…Bukankah derajat semua makhluk adalah sama, Hanya Iman dan taqwanyalah yang membedakannya.
Begitulah keadaan yang kita alami, seolah2 pejabat dan petinggi negeri ini merasa lebih baik. Urusan sholatpun mesti ada penempatannya.
regards,
yans.
1 September 2010 at 16:09 · Filed under Kataku, Ulasanku and tagged: indonesia, kedaulatan, malaysia, perang
Memanasnya hubungan indonesia - malaysia menjadi sorotan tajam di kedua pihak. Khususnya Indonesia menjadi geram dan sangat terganggu merasa Kedaulatannya di injak2.
Banyak pikiran-pikiran emosional menginginkan mengakhiri hubungan diplomatik kedua negara. Bahkan ada juga menginginkan ekstrim yaitu “Perang”…
Andai Perang terjadi antara Indonesia-Malaysia maka muncul prediksi Kalah dan Menang untuk keduanya. Bila perang seperti Jaman sebelum Kemerdekaan 1945 dulu, pasti Indonesia akan menang. Apalagi saat ini sangat trend tawuran massal antar sekolah, tawuran RT, RW bahkan antar Kampung Indonesia Jawaranya.Bukan itu saja tawuran di tingkat parlemen juga Indonesia berpengalaman.
Tapi ini jaman modern, dimana malaysia mempunyai peralatan perang canggih dan lebih maju dengan indonesia. Lihatlah peralatan perang kita. Sudah tua, rewot, dan meledak tidak pada sasarannya. Ada Missil perang canggih kita saat ini yang bisa memusnahkan sekitarnya, tapi sayang missil tersebut membunuh dan menghancurkan warga sendiri, yaitu LPG 3Kg.
Ada satu kemungkinan kita bisa menang. yaitu dengan bergerilya. Bermodalkan jumlah penduduk yang lebih 300juta Secara serentak menyerbu malaysia. Konsekuensinya, bila peluru dan misil Malaysia sudah habis dan warga yang menyerang masih tersisa, maka kita bisa menyerang malaysia dengan bekal pengalaman tawuran tadi. Jika tidak, habislah seluruh warga indonesia.
So,..apakah kita masih ingin perang?…
regards,
yans
23 August 2010 at 11:11 · Filed under Ulasanku and tagged: hinaan, malaysia, tki
Siapa siih yang tak marah kalau dihina, siapa siih yang tak emosi bila di lecehkan. Pelecehan dan hinaan oleh Malaysia terhadap Bangsa ini emang sangat keterlaluan. Bangsa ini bagai tak punya martabat. Deretan pelecehan dan hinaan telah mendera negeri ini yang dilontarkan oleh malaysia yang katanya sebagai negeri “Serumpun”. Tidak hanya Malaysia, negeri-negeri jiran lainnya pun ikut mencibir negeri ini yang diambang kehancuran.
Tak ada asap jika tak ada api. Tak ada akibat bila tak ada sebab. Mari kita renungkan hal apa yang membuat bangsa “Serumpun” itu menghina kita.
Dari jumlah penduduk kita emang sangat banyak. tapi apakah dari segi kualitas pendidikan kita baik?. Tak sedikit negeri ini di bawah kebodohan. Hukum dan peraturan yang tak jelas. Kadang vonis hakim yang selalu memihak kepada yang berduit. Belum lagi Indonesia sudah dikenal dengan negeri “Terkorup” menjadikan negeri ini makin di lecehkan.
Penanganan dan perlindungan pemerintah terhadap Tenaga Kerja Indonesia khususnya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga merupakan hal yang dominan “pelecehan” terjadi. Indonesia disebut sebagai negeri “pembantu” yang bodoh dan hina tak perlu di kasihani. Lihatlah berapa banyak para TKW pulang meregang nyawa atau diperkosa tanpa ada pembelaan yang memadai dari pemerintah kita. Seandainya kita lebih tegas dan melindungi, mungkin para majikan tak akan semena-mena. Penanganan Tapal Batas yang menggunakan perlengkapan “REOT”, sangatlah dipandang sebelah mata oleh negeri jiran. Ada istilahnya “Mereka (jiran) tak pernah takut bila kita menyerang lewat udara, toh nanti juga pesawatnya jatuh sendiri”,…atau “Mereka ga gentar bila kita menyerang lewat laut, toh nanti kapalnya karam sendiri”,…sedih emang.
Bagaimana dengan keadaan dalam negeri, kita selalu diwarnai keributan, baik keributan antar warga maupun keributan sesama para politikus jadilah kita sebagai negeri “barbar” yang selalu mengedepankan pertikaian daripada musyawarah.Ditambah dengan adanya “Misil Pemusnah” ELPIJI 3kg yang menghantui kehidupan masyarakat. Dan kebodohan kita, kita meributkan Standard Nasional Indonesia (SNI) yang serta merta adalah standard kita sendiri.
Negeri ini kaya raya, tapi kemiskinan dimana-mana. Negeri ini berlimpah dengan hasil bumi, tapi yang kaya Negeri orang. Inilah yang disebut kebodohan kita. Kita suruh orang mengelolanya padahal kita punya potensi anak negeri yang bisa mengelolanya.
Pengelolaan layanan informasi yang sangat terbuka melalui televisi yang kapan saja dapat dipantau oleh negeri jiran akan membuat peluang para jiran untuk mengetahui kelemahan dan keterpurukan kita. Tanpa kita sadari mereka juga menonton dan melihat melalui televisi kita apa dan bagaimana keadaan kita sekarang.
Indonesia sudah mencapai titik Nadir. Bila kita tidak memperbaikinya, sepuluh atau duapuluh tahun kedepan kita takutkan Indonesia akan menjadi negara “Sampah” dikawasan Asean yang jadi bulan-bulanan negeri tetangga.
Jadi jangan kita harus marah bila mereka menghina, tapi perbaiki dulu tatanan kehidupan kita. Perbaiki dulu hukum dan peraturan kita. Kita tumpaskan dulu para “Koruptor” di negeri ini.
65 tahun sudah indonesia merdeka, mestinya kita benar-benar Merdeka.
regards,
yans
19 August 2010 at 07:08 · Filed under Ulasanku and tagged: indonesia, malaysia
Geram bercampur Amarah membaca Head Line berita daerah Batam Pagi ini. Tiga KKP Kepri yang ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia ternyata diperlakukan tidak Manusiawi. Mereka diborgol di beri makan hanya sekali saat Berbuka Puasa. Bukan itu saja Salah seorang petugas KKP di Popor senapan kepalanya hingga perlu perawatan di rumah sakit.
Inikah yang namanya negeri serumpun. Jelas-jelas mereka yang salah. Tapi perlakuannya tidak manusiawi. Berbeda halnya perlakuan terhadap “Maling Ikan” yang jelas2 salah.
Indonesia Pengecut, Banci, sontoloyo…
Udah ah,…Puasa…ntar berkurang nilainya…
regards,
yans
17 August 2010 at 14:41 · Filed under Ulasanku and tagged: dirgahayu, indonesia, merdeka
Dilahirkan pada 17 Agustus 1945 dilingkungan yang sederhana dan serba kekurangan, (di proklamasikan oleh Sukarno & Hatta).
Sekarang 65 tahun sudah, Indonesia sudahlah sangat TUA, sudah jadi kakek-kakek, AKI-AKI,…Engkong-engkong. Sebentar lagi “MATI” dipanggil yang kuasa.. Biasanya sebelum “Mati manusia akan meninggalkan “warisan”. “Warisan” indonesia 65 tahun merdeka adalah, Korupsi meraja lela, Kemiskinan dimana-mana, Pendidikan tidak merata, tawuran dimana2 dan masih banyak lagi yang membuat Indonesia makin terpuruk.
Bila kita bandingkan dari segi umur mestinya indonesia sudahlah cukup matang dan Maju. Tapi lihatlah, 65 tahun sudah, Indonesia bagaikan negeri yang baru lahir (Merdeka). Padahal negeri ini dengan susah payahnya diperjuangkan oleh orang-orang (pejuang) terdahulu.
Sebagai anak bangsa yang terlahir di jaman sudah merdeka, semestinya kita memperjuangkannya dengan mengisi dan membangun indonesia dengan prestasi dan karya.
Semoga 65 tahun indonesia Merdeka, hari esok akan lebih baik.Dan kita benar-benar merasakan “Kemerdekaan” yang nyata.
regards
yans
16 August 2010 at 15:03 · Filed under Ulasanku and tagged: harkat, malaysia, perang
Hai Bangsaku,…kamu kemana aja siih…Kenapa kau pergi jauh2 mencari hanya sesuap nasi,…, kau didik bangsa orang,……kau rela mengajarkan sesuatu hanya sesuap nasi sementara bangsa ini perlu didikanmu…..Kau urus, rawat rumah tangga orang sementara rumah tanggamu hancur berantakan ditinggalkan… kau bangun negeri orang…kau rela bertarung nyawa hanya sesuap nasi…..setelah itu kau diusir seperti binatang,…kau dihina bagaikan hewan…lihatlah berapa banyak saudara-saudaramu mati konyol,…lihatlah berapa banyak saudara-saudaramu hidupnya hancur karena diperkosa,…disiksa,…dan dihina.. Read the rest of this entry »
4 August 2010 at 08:44 · Filed under Ulasanku and tagged: juta, kurs, redenominasi, ribu, rupiah
Baru saja muncul wacana adanya Penyederhanaan Bilangan Rupiah tapi tidak mengurangi Nilainya atau disebut Redenominasi. Gubernur Bank Indonesia terpilih Darmin Nasution menegaskan, redenominasi sama sekali berbeda dengan sanering atau pemotongan daya beli masyarakat melalui pengguntingan mata uang yang kerap dilakukan negara dalam kondisi inflasi yang tinggi.
Bila kita perhatikan dan bandingkan dengan mata uang negara lain Rupiah emang “Gemuk” sekali. dengan angka sebutan “ribuan” dan “jutaan” tetapi nilai yang kecil. Untuk pihak pembukuan yang masih menggunakan Manual, alangkah merepotkan yang mesti membuat angka NOL yang begitu banyak.
Untuk rekan2 blogger yang sering Tugas ke luar negeri “Orang” pasti pernah mengalami hal yang tidak mengenakan, dimana rekan negara yang di kunjungi akan terperanjat mendengar conversi uang Rupiah terhadap Dollar. Lihat dalam tulisan aku sebelumnnya “Ribuan sebagai Faktor Pengali”
Redenominasi aku kira sangatlah bagus dan masyarakat sendiri secara tidak langsung sudah menjalankannya walau tidak secara details. Misalkan, di dalam penulisan suatu surat atau informasi mengenai uang, selalu kita menuliskan dalam huruf “RIBU” atau “RB”,…dan “JUTA”. Begitu juga di pusat-pusat perbelanjaan, tak jarang kita melihat gerai2 Pakaian atau barang2 menuliskan kata “RB”, dan ada juga yang menuliskan tiga angka NOL kecil diatas angka nilai awal.
Begitu juga dalam pelaporan keuangan atau informasi Platform/format peminjaman atau pembelian barang secara kredit yang dikeluarkan oleh pihak Bank maupun Jasa FInancial, selalu membuat kolom “Dalam Ribuan” atau “X 1000″. Dan di dalam kolom itu sendiri terbilang angka yang kecil, misalkan 1.000 yang berarti 1.000.000,-
Untuk masyarakat kecil memang sedikit agak gamang atau kesulitan. Karena mereka menganggap nilainya makin kecil, padahal itu tidak. Tapi ada solusi lain usulan aku adalah, Untuk nilai uang yang lebih kecil alangkah baiknya di buat satuan yang besar tetapi sebutannya bukan rupiah, bisa saja dalam “SYILING” atau “RECEH”.
Aku buat contoh, 1 Rupiah = 1000 Receh atau 1000 Syiling.
Jadi dengan demikian nilai kecil bisa dikeluarkan dengan Nominal 10 Receh, 20 Receh, 50 Receh, 100 Receh, 500 Receh dsb.
Ini memungkinkan masyarakat kecil yang menjual dagangan atau barang dengan nilai yang kecil.
Aku kira dengan informasi yang baik masyarakat akan menerimanya.
Tapi yang paling pokok untuk masyarakat adalah, bukan penyederhanaan angka. Tetapi bagaimana Perekonomian yang lebih baik untuk kesejahteraan Masyarakat.
regards,
yans
30 July 2010 at 09:55 · Filed under Kataku, Ulasanku and tagged: bangsa indonesia, keong racun, kimia, mahasiswi, olimpiade
Ada satu berita yang lagi heboh di tayangkan oleh pihak TV khususnya Entertainment. Yaitu dua mahasiswi yang mendadak “Tenar” karena Keong Racunnya. Dua mahasiswi tersebut melakukan Lipsinc didepan Webcam atas sebuah lagu .Berhubungan dengan ditayangkannya video Lipsinc mereka di Youtube, maka tak ayal lagi, kita yang emang bangsa “pengekor” berbondong2 ingin tau keistimewaan dari kehebohan tersebut.
Saat ini secara bersamaan, Tim Olimpiade Kimia Indonesia berhasil menyabet sejumlah medali dalam Olimpiade Kimia Internasional yang berlangsung tanggal 20-27 Juli 2010 di Tokyo, Jepang. Tetapi beritanya “Tak Seheboh” dari berita “Keong Racun”.
“Keong Racun” emang benar2 meracuni para pemuda-pemudi kita. Kita lebih tertarik hal2 yang instant yang hanya terlena terhadap hiburan yang boleh aku katakan adalah “Sampah” yang membusuk perusak bangsa.
Kalau kita banding kehebohan kedua berita tersebut sepatutnyalah, kita khususnya para pemuda dan penerus bangsa menaruh lebih perhatihan kehebohan kepada Siswa yang telah mengharumkan Nama Bangsa. Mereka serta merta masih bisa mengangkat Martabat bangsa yang sebagian negeri Jiran sudah melihat sebelah mata atas bangsa ini yang penuh dengan Korupsi, Kolusi dan penyakit lainnya.
Bagaimana nasib bangsa ini jika ini terus berlanjut.
Semoga kita menyadari kekeliruan kita.
regards,
yans
21 July 2010 at 07:54 · Filed under Ulasanku and tagged: gas, KPG, memasak, pertamina, tabung, TDL
Gencarnya pemberitaan meledaknya Tabung Gas LPG khsusnya 3Kg, mempengaruhi istriku yang hampir saban hari melihat beritanya di stasiun TV. Efek dan akibatnya yang sangat menyedihkan, mulai hancurnya rumah, hingga luka bakar dari korban tersebut mempengaruhi Psikologi para ibu2 khususnya istriku, hingga takut untuk memasak.
Padahal dirumah aku memiliki tabung 12Kg yang menggunakan Regulator yang Baik serta dilengkapi label SNI yang di sarankan oleh pemerintah. Yah, namanya perempuan apalagi informasi pencegahan dan pendektesian gas bocor yang di siarkan oleh Pertamina tidak sebanding dengan pemberitaan “LEDAKAN GAS” yang disiarkan oleh hampir seluruh stasiun TV…
Pilihan memasak menggunakan Kompor Minyak tanah adalah opsi kedua, yang kebetulan memang ada sebagai Spare (cadangan) saat memasak bila tiba2 Gas dalam Tabung Habis. Tetapi kesulitan memperoleh “MINAH” (minyak Tanah) menjadikan beberapa terakhir ini kami selalu membeli “lauk” di warung atau Rumah Makan terdekat.
Sehubungan dengan kenaikan TDL, maka pihak warung/rumah makan menaikkan juga harga lauk pauk dari harga sebelumnya. Maka lengkaplah sudah penderitaan hidup ini.
Kapankah penderitaan ini berakhir, wallahu’alam.
Tanyakan pada rumput yang bergoyang.
regards,
yans
Next entries »